Top
openArchitectureware / blog  / Yuk Pahami Lebih Dalam Mengenai DBMS (Database Management System)

Yuk Pahami Lebih Dalam Mengenai DBMS (Database Management System)

Di dalam ruang lingkup perusahaan maupun bidang-bidang yang lainnya, pengelolaan data merupakan suatu hal yang sangat penting. Hal tersebut tentunya bertujuan agar data-data penting yang ada bisa tersusun sebagaimana mestinya dan juga untuk memastikan agar data yang dimaksudkan tidak hilang.

Di era modern sekarang ini, teknologi tentunya sudah digunakan untuk melakukan pengelolaan data mulai dari yang kecil hingga pengelolaan data yang bersifat besar atau yang biasa kita kenal juga dengan big data. Salah satunya yaitu pengelolaan data secara digital dengan memanfaatkan penggunaan database dalam pengelolaannya.

Tidak hanya dalam dunia IT, penggunaan database juga banyak digunakan di bidang-bidang yang lain seperti contohnya perusahaan, sekolah, pemerintahan dan bidang masyarakat yang lainnya. Hal ini tentunya sangat bermanfaat yang mana dengan penggunaan database semua data yang ada akan lebih terjaga dan juga tentunya lebih efisien.

Di dalam pengelolaan database, tentunya ada berbagai macam sistem maupun metode khusus yang digunakan agar data yang ada dapat dikelola sesuai dengan tujuan. Sistem yang digunakan di dalam pengelolaan database biasa disebut dengan Database Management System atau disingkat dengan DBMS.

Tentunya tujuan utama dari DBMS atau Database Management System ini adalah agar pengelolaan data yang terdapat dalam database dapat lebih terstruktur sebagaimana mestinya dengan penggunaan metode komputerisasi. Perlu untuk diketahui, sudah banyak sekali perusahaan maupun bidang yang lainnya yang menerapkan sistem ini untuk pengelolaan database mereka.

Nah berbicara mengenai DBMS ini, pada artikel kali ini kita akan sama-sama membahas hal mengenai apa itu DBMS. Tentunya akan ada banyak hal yang bisa kita pelajari mengenai topik yang satu ini. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu DBMS

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, DBMS adalah singkatan dari Database Management System yang mana merupakan sebuah sistem yang digunakan dalam proses pengelolaan data yang ada pada database dengan metode komputerisasi. DBMS adalah suatu sistem yang bertanggung jawab dalam melakukan pengolahan data dalam database sehingga menjadi sebuah informasi.

Jika istilah ini diartikan berdasar kepanjangan yang ada, maka DBMS adalah suatu sistem yang memanajemen basis data. Dengan kata lain, DBMS adalah sebuah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola sekumpulan data yang tersimpan dalam database dengan cara memanggil query (kueri) atas basis data tersebut. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.

Keberadaan DBMS memungkinkan seorang user sistem informasi untuk dapat melakukan pengolahan data dengan mendefinisikan, memelihara, membuat, dan menyediakan akses kontrol terhadap data-data tersebut. Sistem DBMS ini pada dasarnya terdiri dari berbagai perintah yang terekam menggunakan sistem komputer untuk digunakan sebagai media proses penyimpanan dan pemeliharaan data operasional pada suatu organisasi, sehingga data-data tersebut dapat menjadi informasi yang optimal guna keperluan dalam pertimbangan pengambilan keputusan.

Dengan adanya DBMS selain lebih efisien juga dapat digunakan media untuk membangun interface atau tatap muka yang simpel oleh para user. Bentuk tatap muka yang dibangun umumnya adalah dalam bentuk tabel atau relasi. Biasanya diperlukan suatu Bahasa atau perintah khusus untuk mengelola database baik oleh admin maupun pengguna umum.

Perlu untuk diketahui, sebelum adanya sistem manajemen basis data atau DBMS data disimpan dalam bentuk file berupa text yang ada pada sistem operasi. Penggunaan penyimpanan data seperti ini yaitu dalam bentuk file hingga saat ini masih digunakan dalam beberapa software.

Seperti halnya DBMS, penyimpanan data dalam bentuk file memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan penyimpanan data dalam bentuk ini dinilai lebih optimal apabila data yang tersimpan berukuran kecil, seperti untuk menyimpan data password pada sistem operasi Unix.

Selain dalam bentuk file, data juga biasa disimpan dalam suatu program pembantu seperti spreadsheet. Penyimpanan data dalam spreadsheet mampu menutupi kelemahan dari penyimpanan data dalam bentuk file, dengan menggunakan metode penyimpanan ini proses pengolahan data menjadi sedikit lebih cepat.

Namun, kedua metode di atas masih mempunyai beberapa kelemahan, dimana diantara kelamahan tersebut tergolong kepada permasalahan yang fatal karena menyangkut masalah manajemen dan keamanan data. Untuk itulah lalu diperlukan sebuah software khusus untuk melakukan pengolahan data dalam database, yaitu software sistem manajemen basis data (SMDB) atau DBMS.

Untuk dapat mengakses DBMS (Database Management System) user harus menggunakan bahasa database, bahasa database terdiri dari beberapa intruksi yang digabungkan sehungga dapat diproses oleh DBMS. Perintah atau intruksi tersebut umumnya ditentukan oleh user, adapaun bahasa yang digunakan dibagi kedalam 2 (dua) macam diantaranya sebagaimana di bawah ini:

  • DDL (Data Definition Language)

DDL atau singkatan dari Data Definition Languange, yaitu dipakai untuk menggambarkan desain dari basis data secara menyeluruh. DDL (Data Definition Language) dapat dipakai untuk membuat tabel baru, memuat indeks, maupun mengubah tabel. Hasil dari kompilasi DDL akan disimpan di kamus data. Itulah definisi dari DDL.

  • DML (Data Manipulation Language)

DML atau singkatan dari Data Manipulation Language, yaitu dipakai untuk memanipulasi daan pengambilan data pada suatu basis data, misalnya seperti penambahan data yang baru ke dalam suatu basis data, menghapus data pada seuatu basis data dan mengubah data pada suatu basis data. Itulah definisi dar DML.

Fungsi DBMS

Seperti yang sudah dijelaskan, DBMS memiliki kegunaan atau fungsi sebagai sistem yang mengatur ataupun mengelola data yang ada pada database. Sebelumnya juga sudah dijelaskan bahwa suatu DBMS dapat berupa tampilan atau interface yang dibuat sedemikian rupa sehingga baik admin maupun user dapat melakukan pengelolaan database dengan lebih efektif. Diperlukan juga suatu standard atau Bahasa khusus yang dapat digunakan, bisa berupa tools pada software atau bahkan script manual.

Fungsi lain yang dapat diperoleh dari adanya DBMS adalah menjadi file manager atau biasa disebut media pengelolaan file khusus. Dari segi keamanan juga pastinya lebih terjamin karena data dapat disimpan secara permanen di sistem komputer yang kita gunakan. Namun wajib diingat juga penggunaan komputer sebagai media pengelolaan database juga membutuhkan suatu soft skill khusus dan wajib dipahami lebih mendalam.

Mengingat betapa pentingnya penggunaan DBMS di hampir segala bidang maka tidak mengherankan jika mulai banyak ditemui pembelajaran mengenai bidang DBMS. Bisa di pendidikan formal maupun kursus untuk menjadi seorang admin database. Hal ini bertujuan agar semakin mengoptimalkan peran DBMS dalam pengelolaan database baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari – hari.

Database dan basis data merupakan salah satu master data, dimana semua data tersimpan dalam satu harddisk yang biasanya merupakan komputer sever. Basis data biasanya berbentuk lajur dan juga kolom tabel, yang sangat berguna. Disinilah DBMS memegang peran dan juga fungsinya dalam mengatur dan juga mengaplikasikan database agar bisa berguna bagi usernya. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari DBMS:

  • Mengintegrasikan Data Pada Basis Data ke Komputer Client
    Salah satu fungsi utama dari DMS adalah melakukan proses integrasi dari database atau basis data ke dalam komputer client atau user. Jadi semua data yang terdapat pada database di dalam server bisa tersaji di dalam komputer client, dan bisa dilakukan pengaksesan informasi.
  • Mengupdate Basis Data
    DBMS juga dapat digunakan untuk melakukan proses update atau pemutakhiran dari data. Jadi kita sebagai user tidak perlu membuka database atau basis data kita, cukup dengan menggunakan software yang mendukung DBMS, maka user dapat dengan mudah melakukan proses updating ataupun editing data yang tersimpan di dalam database / basis data.
  • Melakukan Retrieval Basis Data
    Retrieval merupakan suatu proses pemanggilan yang bisa dilakukan untuk memanggil data tertentu untuk kepentingan pengambilan informasi. User dapat melihat informasi dari database dengan melakukan retrieval data dengan menggunakan DBMS dengan mudah dan juga lebih cepat untuk dilakukan.
  • Membantu User Mengakses Basis Data
    User juga terkadang membutuhkan akses terhadap basis data atau database. Karena itu, dengan menggunakan DBMS, user bisa mengakses basis data alais database yang tersediam tanpa perlu membuka file database. Cukup dengan menggunakan aplikasi yang sudah terintegrasi dengan DBMS, maka data yang dibutuhkan user akan muncul.
  • Melihat Proses Transaksi yang Berjalan
    Bagi kita yang mengelola sebuat toko, terutama toko online dan juga toko offline dengan kasir yang terkomputerisasi, maka DBMS memegang fungsi yang penting. DBMS dapat membantu kita mengecek segala macam transaksi yang sudah dan juga sedang berjalan, yang terekam dan masuk ke dalam database toko atau perusahaan kita.
  • Melakukan Recover Basis Data yang Mengalami Gangguan
    Ketika user memiliki kerusakan data pada database atau basis data, maka user juga bisa menggunakan DBMS untuk melakukan recovery data. DBMS dapat membantu memperbaiki data yang rusak, memutakhirkan data, serta melakukan pengeditan dan perubahan data yang tersimpan dalam database.
  • Melakukan Analisa Statistic
    DBMS juga dapat berfungsi sebagai salah satu mesin penghitung statistic. DBMS dapat menghitung berapa banyak user yang mengakses file dalam database kita, melihat file atau data apa saja yang paling sering diakses, sehingga hal ini dapat membantu kita dalam melakukan manajemen data kita. Apabila kita memiliki toko online, maka DBMS dapat melakukan perhitungan, produk apa yang menjadi best seller, keuntungan hari ini, kerugian, serta total pemasukan dalam satu hari.
  • Memonitoring Data
    DBMS juga berfungsi untuk membantu melakukan monitoring data. Segala transaksi yang dilakukan akan terekam oleh DBMS, sehingga apabila terdapat suatu transaksi atau akses yang mencurigakan, kita akan segera mengetahuinya berkat DBMS, seperti seseoranga yang mungkin ingin melakukan hackin dan mencuri data–data kita.

Manfaat Dari Penggunaan DBMS

Seperti yang kita tahu, dengan adanya DBMS maka data-data penting yang ada dapat kita kelola dengan baik. Tentunya hal tersebut memberikan banyak manfaat dari penggunaannya. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat yang kita dapatkan dari penggunaan DBMS, antara lain :

  • Performa dalam pengolahan data sangat baik bahkan untuk mengelola data yang berukuran besar sekalipun. Bebeda halnya dengan metode penyimpanan data dalam bentuk file dan spreadsheet, kedua metode ini hanya bisa bekerja optimal apabila digunakan untuk penyimpanan data yang berukuran kecil.
  • Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. DBMS mampu mencegah terjadinya redudansi data, dimana redudansi data adalah bertumpuknya file yang sama dalam sebuah basis data.
  • DBMS bersifat independensi. Maksudnya adalah ketika harus dilakukan perubahan struktur database maka aplikasi antarmuka tidak akan mengalami hal serupa. Perubahan cukup dilakukan pada struktur databasenya saja tanpa harus mengubah struktur dalam aplikasi antarmuka.
  • DBMS bersifat terpusat (sentralisasi). Maksudnya adalah ketika sebuah database digunakan secara bersama-sama, maka akan lebih mudah apabila database tersebut disimpan pada satu tempat. Dan dengan menggunakan DBMS, hal tersebut sangat memungkinkan untuk dilakukan. Berbeda halnya apabila menggunakan metode penyimpanan bentuk file dan spreadsheet yang harus disimpan pada setiap komputer yang membutuhkan akses ke database tersebut.
  • Sistem keamanan data dalam database akan lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Karena dalam DBMS dimungkinkan untuk melakukan pengaturan hak akses kepada masing-masing user.

Komponen Yang Ada Pada DBMS

Untuk bisa dikatakan sebagai sebuah DBMS atau Database Management System, harus ada beberapa komponen atau bagian-bagian yang disatukan untuk membentuk DBMS itu sendiri. Berikut ini adalah komponen yang harus ada pada sebuah DBMS, antara lain :

Perangkat keras

Komponen utama yang merupakan hal yang vital yang harus ada pada DBMS adalah perangkat keras atau hardware. DBMS dan program aplikasi memerlukan perangkat keras untuk menjalankannya. Perangkat keras terdiri dari komputer pribadi, sampai ke mainframe, atau suatu jaringan komputer.

Perangkat lunak

Komponen yang selanjutnya yaitu perangkat lunak atau software. Seperti yang kita tahu, tanpa adanya software maka hardware atau perangkat keras tidak akan bisa digunakan. Komponen Perangkat lunak terdiri dari perangkat lunak DBMS dan program aplikasi, bersama-sama dengan sistem operasi, mencakup perangkat lunak jaringan jika DBMS digunakan pada suatu jaringan.

Data

 

Bagi user komponen paling utama yang harus ada pada DBMS adalah adalah data. Data bertindak sebagai suatu jembatan antara komponen mesin dan komponen manusia. Database sendiri seperti yang kita tahu berisi kedua-duanya : data yang operasional dan meta-data.

Prosedur

Komponen DBMS yang selanjutnya adalah prosedur. Prosedur ini sendiri tentunya memuat aturan-aturan untuk mendesain dan memberitahukan bagaimana cara yang tepat dalam pengelolaan dan penggunaan database. Para pemakai sistem database memerlukan dokumentasi prosedur yang berisi cara menggunakan atau menjalankan sistem itu.

Personil

Komponen terakhir adalah personil yang terlibat didalam sistem. Yang mana maksud dari personil disini adalah user yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan juga mengorganisir data yang terdapat pada database agar berjalan sebagaimana semestinya.

Kelebihan Dan Kekurangan DBMS

Berdasarkan penjelasan di atas, tentunya kita tahu ada banyak sekali dampak positif yang bisa kita ambil dari adanya DBMS ini dengan segala kelebihannya. Namun, disamping itu ternyata DBMS juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan juga kekurangan yang dimiliki oleh DBMS.

Kelebihan

  • Dari segi performance dapat diketahui bahwa dengan menggunakan sistem basis data dapat menyimpan file berukuran besar, sekaligus juga membuat lebih efisien dan praktis.
  • Dengan penggunaan DBMS integritas data menjadi lebih terjamin. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
  • Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
  • Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
  • DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Kekurangan

  • Kompleksitas yang tinggi membuat administrator dan pemakai akhir harus benar-benar memahami fungsi-fungsi dalam DBMS agar dapat memperoleh manfaat yang optimal.
  • Kegagalan memahami DBMS dapat mengakibatkan keputusan rancangan salah, yang akan memberikan dampak serius bagi organisasi.
  • Ukuran penyimpan yang dibutuhkan oleh DBMS sangat besar dan memerlukan memori yang besar agar bisa bekerja secara efisien.
  • Rata-rata harga DBMS yang handal sangat mahal. Terkadang DBMS meminta kebutuhan perangkat keras dengan spesifikasi tertentu sehingga diperlukan biaya tambahan.
  • Biaya Konversi sistem lama (yang mencakup biaya pelatihan staf dan biaya untuk jasa konversi) ke sistem baru yang memakai DBMS terkadang sangat mahal melebihi biaya untuk membeli DBMS.
  • Kinerjanya terkadang kalah dengan sistem yang berbasis berkas.
  • Dampak kegagalan menjadi lebih tinggi karena semua pemakai sangat bergantung pada ketersediaan DBMS.
  • Akibatnya, kalau terjadi kegagalan dalam komponen lingkungan DBMS akan membuat operasi dalam organisasi tersendat atau bahkan terhenti.

Contoh Software DBMS

Dalam penggunaannya, DBMS memerlukan software yang bisa diaplikasikan sebagai sebuah database yang bisa mengelola data yang ada. Seiring perkembangannya, sekarang ini sudah banyak macam-macam software DBMs yang bisa kita gunakan untuk membangun sebuah sistem databse. Berikut ini adalah beberapa contoh software yang digunakan untuk DBMS.

Oracle Database

Sesuai dengan namanya, software ini dikembangkan oleh Oracle Corporation dan menjadi basis data yang paling sering digunakan karena sifatnya yang dapat dijalankan pada hampir semua perangkat komputer (multi platform). Wujud dari Oracle Database ini adalah sebagai kumpulan data yang saling terhubung (relasi) pada suatu manajemen DBMS. Software ini dibangun menggunakan Bahasa pemrograman C dan C++.

MySQL

Software yang satu ini menjadi yang paling banyak digunakan untuk keperluan database SQL (Structured Query Language). Pada MySQL proses pembuatan dan pengelolaan database dilakukan dengan menggunakan query atau perintah khusus sehingga lebih efektif. Penggunaan MySQL paling sering dijumpai pada database suatu web dan menjadi salah satu fasilitas yang hampir selalu ada pada semua hosting server. Sama seperti Oracle Database, MySQL ini juga tergolong multi platform.

Microsoft SQL Server

Dari namanya sudah cukup jelas bahwa software yang satu ini merupakan salah satu produk dari Microsoft Inc. Pada awalnya penggunaan database ditujukan pada server perusahaan berskala kecil dan menengah. Dan ketika mulai muncul server berskala besar akhirnya para pengguna mulai menggunakan Microsoft SQL Server yang memang dibuat khusus agar mampu menangani ribuan data atau bahkan lebih.

PostgreSQL


Software yang satu ini memiliki simbol gajah yang cukup unik untuk sebuah perangkat lunak khusus pengelolaan database namun menjadi yang paling banyak dicari selain MySQL dan Oracle Database. Salah satu kelebihan dari PostgreSQL ini adalah pada penentuan relasi database yang kuat serta sifatnya yang open source.

Demikianlah penjelasan mengenai DBMS. Tentunya kita dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya DBMS ini, kita sebagai user dapat dengan mudah mengatur atau mengelola database yang kita bangun. Dengan adanya DBMS kita bisa mengelola seluruh data-data yang kita miliki dengan metode komputerisasi. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.